Mudah! Begini Loh Moms, Cara Mengurus Sendiri Akta Kelahiran Anak


Siapa bilang mengurus akta kelahiran anak itu ribet, moms? Enggak harus pakai calo dan uang pelicin (kayak setrikaan aja) kok!

Dua minggu setelah kelahiran anak kedua, aku mulai mengurus akta kelahiran dedek Hilmi. Ya! Semua proses administrasi aku urus sendiri. Kebetulan akta kelahiran abang Ulil sudah beres diurus oleh almarhum kakeknya.

Awalnya aku datang ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tasikmalaya, kebetulan aku melahirkan di tempat mertua. Aku dan bapaknya anak-anak mendatangi loket yang melayani pengurusan segala akta, termasuk akta kelahiran. Di sana kami diberikan arahan tentang tata cara mengurus akta kelahiran, termasuk dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Berikut beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus akta kelahiran anak:

  1. Surat keterangan lahir yang diterbitkan oleh dokter atau bidan maupun penolong kelahiran (asli) 
  2. Nama dan identitas saksi kelahiran  (fotokopi KTP 2 orang saksi kelahiran) 
  3. Fotokopi KK
  4. Fotokopi KTP orang tua
  5. Fotokopi Kutipan Akta Nikah orang tua
  6. Mengisi formulir F-2.01 yang ditandatangani oleh Kelurahan setempat

Di sana, kami meminta formulir F-2.01 untuk diisi dan lanjut untuk dimintai tanda tangan Kelurahan. Oh iya! Ternyata, sebelum mengurus akta kelahiran, hal pertama yang harus dilakukan adalah 'tambah jiwa' dalam Kartu Keluarga (KK). Jadi, data anak kita harus dimasukkan dulu ke dalam KK, sekaligus untuk mendapatkan Nomer Induk Kependudukan si anak. Petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengarahkan kami untuk terlebih dahulu ke Kecamatan dan mengajukan penambahan anggota baru dalam KK. Lampiran yang dibutuhkan untuk mendaftarakan anak dalam KK dan mendapatkan KK baru adalah KK Asli, fotokopi akta nikah, fotokopi surat keterangan lahir dari dokter/bidan (jika tidak melahirkan di rumah sakit/bidan bisa minta ke RT/RW setempat). Berkas tersebut kemudian diserahkan ke Kecamatan dan KK yang baru bisa diambil dalam 1 hari kerja atau besok harinya.

Esok harinya, setelah mendapatkan KK baru dengan data dedek Hilmi yang sudah tercantum di dalamnya, aku kembali ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengurus akta anak dengan menyerahkan semua dokumen, termasuk fotokopi KK yang baru dan formulir F-2.01 yang sudah ditandatangani oleh Kelurahan. Disarankan untuk datang pagi-pagi ya moms, karena antriannya lumayan bikin anak nggak sabaran untuk menunggu. 

Nomer antrian miliki ku dipanggil sekitar pukul 9 pagi. Aku disuruh menunggu. Sekitar pukul 11 siang namaku kembali dipanggil dan voila, jadilah akta kelahiran dedek Hilmi.
Nah, moms! Tidak terlalu sulit bukan? Bagi moms yang tidak terlalu sibuk bekerja, bisa banget loh kalian urus akta kelahiran anak sendirian. Seru juga sih mengurus sendiri, hehe. Kalaupun moms dan si ayah sibuk, pengurusan akta kelahiran juga bisa diwakilkan. Tentunya dengan menggunakan surat kuasa yang bermaterai ya moms.

Okay moms, hope this article can help you and keep being a creative mama ya :) 

Comments

Popular posts from this blog

Bayi Tertelan Cairan Parfum atau Cologne? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini

Dr. Brown’s Wide Neck Bottle: Botol Susu Anti Kembung Pada Bayi