Cegah Penyebaran Virus dengan Melengkapi Vaksin Anak (Daftar Harga Vaksin Terbaru 2020)


Bulan februari ini kayaknya kondisi cuaca lagi galau yah, mom. Kadang panas banget, kadang hujan deras sampai banjir di beberapa titik, khususnya di sekitar Jabodetabek. Depok aja yang jarang banjir, tahun ini sering banget kena banjir. Alhamdulillah banjirnya nggak nyampe ke rumah sih kalau aku. Cuaca yang seperti ini rentan banget untuk kesehatan, terutama para anak-anak kita nih mom. Anak jadi mudah terserang virus dan sakit berhari-hari. Batuk dan pilek adalah penyakit yang paling sering ditemui saat cuaca seperti ini. Ditambah lagi virus corona (2019-nCoV) yang mewabah dari Wuhan, Tiongkok belakangan ini. Beberapa waktu lalu, sempat diberitakan bahwa berdasarkan hasil studi Universitas Harvard, virus corona diduga sudah masuk ke Indonesia.

Dilansir dari CNN Indonesia, lima peneliti Sekolah Kesehatan Masyarakat T.H Chan Harvard telah menemukan bahwa ada potensi kemunculan virus corona ini ke Indonesia. Hal ini dikarenakan korelasi positif antara jumlah penumpang yang melakukan perjalanan udara dari Wuhan terhadap potensi kemunculan kasus virus corona di negara lain. Dugaan ini diperkuat dengan adanya penerbangan langsung dari Indonesia menuju Wuhan, begitu juga sebaliknya. Tapi, mudah-mudahan dugaan ini bisa segera diatasi oleh pemerintah ya, mom. Jangan sampai merebak di Indonesia juga.

Sebagai ibu, pasti kita khawatir banget dengan keadaan saat ini. Isu virus corona dan penyakit batuk pilek (bapil) yang lagi musim menyerang bayi dan anak membuat kita sebagai orang tua harus ektra hati-hati. Menjaga pola makan anak, memberikan asupan yang bergizi, dan menjaga kebersihan anak sangatlah penting. Mencegah sebelum mengobati itu lebih baik.

Sejauh ini sih, anak pertama aku aja yang terkena pilek, dan alhamdulillah tidak terlalu parah, aku hanya perbanyak air putih, susu, dan makanan bergizi. Terus, untuk sementara waktu kita jarang keluar, terutama weekend. Bahkan di Mal aja bisa jadi tempat penyebaran virus yang paling cepat loh, mom. Jadi kalau tidak urgent, ya kami weekend-nya stay at home aja deh.

Selain hal di atas, jangan lupa untuk kontrol jadwal pemberian vaksin si buah hati ya, mom. Coba deh, buka-buka lagi buku imunisasi si dedek. Udah lengkap belum? Ada yang perlu di booster tidak? Ada beberapa jenis vaksin yang memang diwajibkan oleh pemerintah dan tersedia secara gratis di puskesmas ataupun posyandu terdekat. Namun, ada pula beberapa vaksin yang tidak wajib namun direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Bagi moms and dads yang punya rezeki lebih, bisa disisihkan untuk vaksin ini, karena memang tidak disubsidi oleh pemerintah, alias bayar sendiri, dan harganya juga lumayan sih.

Nah, kalau mau vaksin anak sebaiknya merujuk ke jadwal yang sudah ditetapkan oleh IDAI, terakhir IDAI mengeluarkan jadwal vaksin di tahun 2017. Bisa lihat jadwalnya di bawah ini ya.
 
Sumber: Website IDAI, 2017
Pemberian vaksin dimulai dari pertama kali setelah bayi dilahirkan, yaitu pemberian vaksin Hepatitis B. Vaksin ini disarankan diberikan pada 12 jam pertama setelah anak dilahirkan. Vaksin Hepatitis B diberikan untuk mencegah infeksi virus yang menyebabkan kanker hati atau liver. Mulai usia 1 bulan, bayi bisa diberikan tetesan vaksin Polio dan BCG yang disuntikkan di bawah lapisan kulit yang berguna untuk mencegah infeksi tuberkulosis (TBC). Kemudian mulai usia 2 bulan, bayi mendapatkan DPT pertamanya yang berguna untuk mencegah serangan virus difteri, pertusis, dan tetanus. Selanjutnya ada vaksin PCV, Hib, Rotavirus, Campak, Influenza, dll yang juga sangat penting bagi daya imun anak.
Berhubung virus corona menyerang sistem pernapasan, memberikan vaksin tambahan di luar vaksin wajib seperti PCV dan Influenza sangat di sarankan ya, mom. Kalau si dedek belum pernah mendapatkan vaksin PCV sesuai jadwal yang sudah di rekomendasikan IDAI, bisa diberikan 1 kali jika si anak sudah berusia di atas 1 tahun.
Harga vaksin untuk setiap kali imunisasi berbeda-beda, seperti yang beredar di pasaran, harga vaksin keluaran lokal jauh lebih murah dibandingkan keluaran luar seperti Belgia, Prancis, dll. Perbedaannya lumayan, namun kebanyakan vaksin mahal mengurangi atau bahkan tidak ada efek demam setelah suntik. Setidaknya itu yang bayi saya alami. Selain itu, vaksin mahal juga menawarkan paket combo, yaitu banyak vaksin dalam 1 suntikan, jadi bayi tidak perlu di suntik berulang kali.
Sebagai referensi, di bawah ini beberapa daftar harga vaksin terbaru Februari 2020 yang aku rangkum dari RumahVaksinasi. Kita juga bisa langsung vaksin di sana kalau mau. Menurutku harganya lebih murah dibanding tempat lain sih, sudah termasuk sama biaya injeksinya. Bisa dijadikan panduan sebelum Bunda sekalian ke dokter.

Daftar harga vaksin per-Februari 2020 klik link berikut ini:

Happy sharing 


image source: https://cdn.clipart.email/37ef80a3a01d3cbdbdd417771f235310_vaccine-clipart-childhood-illness-vaccine-childhood-illness-_992-661.png

Comments

Popular Posts